WARTASIBER.ID — Minahasa Tenggara, Suasana penuh kebersamaan dan nilai keagamaan terasa hangat di Desa Borgo Satu, Kecamatan Belang, saat para remaja Masjid Al-Ansor menggelar kegiatan Halal Bihalal dalam rangka perayaan Hari Raya Ketupat Sabtu, 11 April 2026

Kegiatan ini bukan sekadar ajang hiburan, tetapi menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menjaga warisan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun oleh para orang tua terdahulu.
Di tengah aliran sungai yang menjadi pusat kegiatan, terlihat antusiasme masyarakat dari berbagai kalangan. Anak-anak hingga orang dewasa turut ambil bagian dalam berbagai perlombaan tradisional seperti panjat pinang dan pukul bantal di atas air. 
Gelak tawa dan sorak sorai menjadi simbol kebersamaan yang sulit tergantikan oleh kemajuan zaman.
Salah satu panitia kegiatan mengungkapkan bahwa acara ini rutin digelar setiap tahun sebagai bentuk komitmen generasi muda dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan dan adat istiadat desa.
“Kami para remaja Mesjid Al-Ansor Kecamatan Belang sengaja menggelar kegiatan ini setiap tahun agar silaturahmi tetap terjaga. Selain itu, kami juga ingin melestarikan tradisi dari orang tua kami, seperti lomba panjat pinang dan pukul bantal. Walaupun zaman sudah semakin canggih, permainan tradisional justru lebih menyenangkan dan menyehatkan,” ujar Marvin.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini juga mengandung nilai spiritual yang mendalam. Halal Bihalal menjadi sarana untuk saling memaafkan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan rasa syukur atas nikmat kebersamaan.
Di era modern yang serba digital, semangat gotong royong dan interaksi langsung seperti ini menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan antar sesama manusia.
Tradisi ini membuktikan bahwa kemajuan teknologi tidak harus menghapus nilai-nilai budaya dan keagamaan, melainkan dapat berjalan berdampingan.
Melalui kegiatan ini, Remaja Masjid Al-Ansor tidak hanya menghadirkan keceriaan, tetapi juga menanamkan pesan moral bahwa kebersamaan, tradisi, dan nilai keimanan adalah fondasi utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
(Fitri)

















