MANADO WARTASIBER.ID — Nama Aston Hotel Manado mendadak jadi sorotan setelah dugaan perlakuan tidak manusiawi kepada tamunya terbongkar. VL, tamu yang sudah 2 minggu menginap, bersama aktivis perempuan Sulut Yuni Srikandi, mengaku diperlakukan seperti “diusir halus” ketika hendak memperpanjang masa inap.
Kronologinya menampar nalar. Setelah 14 hari stay dan siap bayar perpanjangan, pihak hotel mendadak memvonis kamar “close” tanpa pemberitahuan sebelumnya.
“Kami sudah dua minggu di sini. Uang untuk tambah inap sudah siap. Tiba-tiba kamar dinyatakan close. Tidak ada pemberitahuan, tidak ada solusi. Rasanya seperti diusir tidak hormat di depan umum,” tegas Yuni Srikandi dengan nada geram.

Insiden ini memicu gelombang kritik: bagaimana bisa hotel bintang mengaku profesional tapi gagap komunikasi terhadap tamu long stay? Hak konsumen seolah dikesampingkan demi sistem reservasi.
*Manajemen Buka Suara, Publik Tetap Bertanya*
Terdesak sorotan, manajemen Aston Hotel Manado akhirnya buka suara. Manager Front Office Andre Mingkid berdalih kamar “close” murni karena sistem okupansi dan jadwal reservasi yang sudah padat.
“Keputusan ini prosedur operasional, bukan untuk merugikan atau mempermalukan tamu. Kami tetap hormati semua tamu dan berkomitmen pada standar pelayanan,” dalihnya.
Dalih itu tidak memadamkan api. Pengamat menilai: jika benar tamu sudah menyatakan niat bayar, maka hotel wajib beri kepastian. Miskomunikasi sekecil apa pun untuk tamu 2 pekan adalah kelalaian fatal.
*UU Perlindungan Konsumen Jadi Tameng*
Kasus ini menyeret UU No. 8 Tahun 1999 ke meja publik.
*Pasal 4*: Konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, pelayanan benar, jelas, jujur, serta diperlakukan tidak diskriminatif.
*Pasal 7*: Pelaku usaha wajib beritikad baik dan memberi informasi benar, jelas, jujur.
Jika benar tamu “dibiarkan kaget” tanpa opsi alternatif kamar, maka unsur pelanggaran hak konsumen sulit dibantah. Korban berhak lapor ke BPSK atau tempuh jalur perdata jika merasa dirugikan.
Hingga berita ini diturunkan, publik Manado menunggu: apakah Aston Hotel Manado akan sekadar klarifikasi, atau berani minta maaf dan perbaiki sistem? Kepercayaan konsumen sedang diuji. Satu kesalahan komunikasi bisa meruntuhkan reputasi yang dibangun bertahun-tahun. (WinSky)












