WARTASIBER.ID — JAKARTA – Kinerja penjualan semen di pasar domestik menunjukkan tren positif dengan tercatat perbaikan signifikan pada bulan Desember 2025. Meskipun demikian, secara kumulatif sepanjang tahun 2025, total penjualan semen nasional masih mengalami koreksi tipis dibandingkan periode tahun sebelumnya.
Peningkatan penjualan pada bulan terakhir tahun tersebut diduga terkait dengan peningkatan aktivitas konstruksi di berbagai wilayah, baik proyek pemerintah maupun swasta yang berusaha menyelesaikan pekerjaan sebelum akhir tahun. Selain itu, kebijakan stimulasi sektor infrastruktur yang dikeluarkan pada paruh kedua tahun 2025 juga memberikan dorongan pada permintaan semen.
Kondisi perbaikan di bulan Desember dan koreksi kumulatif tahunan juga tercermin jelas dari kinerja dua emiten semen terbesar di Indonesia, yaitu PT Semen Indonesia Tbk. (SMGR) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP).

PT Semen Indonesia Tbk. mencatat pertumbuhan penjualan domestik sebesar sekitar 5-7% pada Desember 2025 dibandingkan bulan yang sama di tahun 2024. Namun, secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, penjualan perusahaan ini turun sekitar 1-2% akibat tekanan pada paruh pertama tahun yang lalu. Manajemen SMGR menyampaikan bahwa peningkatan permintaan didukung oleh proyek jalan tol, pembangunan rumah susun, dan revitalisasi fasilitas publik di beberapa daerah.
Sementara itu, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. juga melaporkan perkembangan serupa. Penjualan semen domestik perusahaan pada Desember 2025 naik sekitar 4-6% dibandingkan periode tahun sebelumnya, dengan kontribusi utama dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali. Secara kumulatif tahun 2025, penjualan INTP terkoreksi sekitar 0,5-1,5% karena tantangan pada awal tahun terkait dengan fluktuasi harga bahan baku dan logistik.
Analis sektor industri menyatakan bahwa perbaikan pada akhir tahun diharapkan dapat menjadi momentum bagi pertumbuhan semen domestik pada tahun 2026, seiring dengan peluncuran proyek infrastruktur baru yang telah direncanakan pemerintah dan peningkatan permintaan dari sektor perumahan. (Tan)












