WARTASIBER.ID Minahasa Tenggara — Nuansa kebersamaan dan nilai-nilai keagamaan terasa begitu kental di Desa Buku Raya, Kecamatan Belang. Dalam rangka merayakan Halal Bihalal pasca Hari Raya Ketupat, masyarakat bersama Pemuda Mesjid Al-Hidayah menggelar berbagai kegiatan yang tidak hanya meriah, tetapi juga sarat makna spiritual dan sosial.
Di tengah semilir angin pesisir, gema takbir dan canda tawa warga berpadu menjadi satu harmoni kebahagiaan. Beragam perlombaan tradisional digelar, mulai dari balap perahu di laut, panjat pinang, hingga balap karung yang diikuti oleh anak-anak hingga orang dewasa. Kegiatan ini menjadi simbol kuatnya persatuan dan kebersamaan warga setelah menjalani bulan suci Ramadan.
Sorak sorai masyarakat yang memadati lokasi acara menambah semarak suasana. Bukan sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang mempererat tali silaturahmi serta memperkuat nilai ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat pesisir.

Ketua panitia, Yhans, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang menjadi potensi wisata daerah.
“Kami masyarakat pesisir sangat berharap lomba dayung perahu ini bisa terus dilestarikan. Selain menjaga tradisi, ini juga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan luar untuk datang dan mengenal budaya kami,” ungkapnya.
Halal Bihalal ini menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan dapat berjalan selaras dengan pelestarian budaya lokal. Di balik gemuruh ombak dan riuhnya perlombaan, tersimpan pesan mendalam tentang pentingnya kebersamaan, syukur, dan menjaga warisan leluhur sebagai bagian dari identitas umat. (Fitri)












