WARTASIBER Manado – Aksi damai mahasiswa Papua yang digelar di depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Mapolda Sulut), Senin (27/04/2026), berlangsung aman, lancar, dan tertib.
Ratusan mahasiswa Papua turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan keadilan atas insiden kekerasan di wilayah Puncak, Papua Tengah.
Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian dengan pendekatan humanis.
Aspirasi para mahasiswa diterima langsung oleh Dirbinmas Polda Sulut, Kombes Pol Rio Panalewen, yang menemui massa di lokasi aksi. Ia mendengarkan tuntutan yang disampaikan serta memastikan pesan para demonstran akan diteruskan kepada pimpinan.
Sementara itu, pengamanan jalannya aksi dipimpin oleh Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid, yang turun langsung ke lapangan guna memastikan situasi tetap kondusif.
150 Personel Diterjunkan, Lalu Lintas Tetap Lancar
Sebanyak 150 personel kepolisian disiagakan sejak pagi hari untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi berlangsung.

“Jumlah peserta aksi sekitar 90 orang. Kami turunkan 150 personel untuk memastikan kegiatan berjalan aman. Pengawalan dilakukan hingga seluruh massa kembali dengan tertib,” ujar Kombes Pol Irham Halid di lokasi.
Meski terjadi konsentrasi massa di depan Mapolda, arus lalu lintas di kawasan tersebut tetap berjalan lancar dan terkendali.
Soroti Insiden Penembakan di Puncak
Dalam orasinya, mahasiswa Papua menyoroti insiden penembakan terhadap warga sipil di Kampung Kemburu, Kabupaten Puncak, pada 14 April 2026.
Mereka mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan serta memberikan perlindungan bagi masyarakat sipil di wilayah konflik.
Usai menyampaikan tuntutan, massa aksi membubarkan diri dengan tertib tanpa adanya insiden. (Winda)












