BITUNG – WARTASIBER.ID Antusiasme masyarakat menyambut laga semifinal hingga final Piala Dunia diperkirakan akan kembali memadati jalanan Kota Bitung. Menyikapi hal tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bitung mengeluarkan imbauan tegas agar masyarakat tidak menjadikan euforia sepak bola sebagai alasan untuk mengabaikan keselamatan berlalu lintas.
Kasat Lantas Polres Bitung, AKP Dwi Dea Angraini, S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas guna mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama jika terjadi konvoi kendaraan usai pertandingan.

Menurutnya, masyarakat dipersilakan merayakan kemenangan tim favoritnya, namun seluruh aktivitas di jalan raya harus tetap mematuhi ketentuan lalu lintas.
“Kalau memang ingin melakukan konvoi, silakan, tetapi tetap taati aturan lalu lintas. Jangan sampai euforia justru berubah menjadi musibah,” tegas AKP Dwi Dea Angraini.
Ia mengungkapkan, pengalaman saat pertandingan Argentina beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting. Saat itu, personel Satlantas telah diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan mengatur arus lalu lintas di kawasan Patung Cakalang yang dipadati masyarakat.
Meski pengaturan telah dilakukan, masih terjadi insiden kecelakaan yang diduga dipicu oleh kelalaian pengendara sendiri.
“Pengendaranya tidak menggunakan helm, berkendara dengan kecepatan tinggi, dan menggunakan knalpot brong. Hal-hal seperti inilah yang harus dihindari,” ujarnya.
Kasat Lantas menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan aksi kebut-kebutan maupun atraksi berbahaya yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.
Selain fokus pada pengamanan arus lalu lintas, Satlantas Polres Bitung juga terus menggencarkan edukasi kepada kalangan pelajar.
Pada Selasa pagi, personel Satlantas memberikan sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada siswa baru di SMK Pelita Bahari dalam rangka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan tersebut dilaksanakan atas undangan pihak sekolah sebagai bentuk sinergi dalam membangun kesadaran berlalu lintas sejak usia dini.
Dalam sosialisasi itu, para siswa diingatkan agar tidak mengendarai sepeda motor apabila belum memenuhi syarat usia dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
AKP Dwi Dea Angraini juga meminta orang tua untuk berperan aktif mengawasi anak-anaknya agar tidak membawa kendaraan bermotor ke sekolah sebelum memenuhi persyaratan hukum.
“Kalau belum cukup umur, jangan menggunakan kendaraan bermotor. Gunakan helm, jangan memakai knalpot brong, dan patuhi seluruh aturan lalu lintas. Jika di jalan ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas tidak hanya diwujudkan dengan penggunaan helm dan perlengkapan keselamatan, tetapi juga dengan memastikan kendaraan memiliki dokumen yang lengkap, pajak kendaraan dibayarkan tepat waktu, serta pengendara memiliki SIM yang masih berlaku.
Menutup imbauannya, AKP Dwi Dea Angraini mengajak seluruh masyarakat Kota Bitung untuk menjadikan momentum Piala Dunia sebagai ajang mempererat kebersamaan tanpa mengorbankan keselamatan.
“Euforia boleh, tetapi jangan berlebihan. Keselamatan diri sendiri dan orang lain harus tetap menjadi yang utama. Mari bersama-sama menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kota Bitung,” pungkasnya.
-Richard-












