MANADO, Wartasiber.id – Polda Sulawesi Utara tak mau kecolongan! Untuk membentengi personel dari paham berbahaya, Polda Sulut menggelar sosialisasi pencegahan radikalisme dan intoleransi di Aula Catur Prasetya Mapolda Sulut, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka langsung oleh *Wakapolda Sulut Brigjen Pol Susetio Cahyadi, S.I.K., M.H., M.M.* dan dihadiri seluruh Pejabat Utama serta personel Polda Sulut.
Tak tanggung-tanggung, 3 narasumber kelas berat dihadirkan:

1. Kakanwil Kemenag Sulut *Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd.*
2. Kepala Kesbangpol Sulut *Johnny Alexander Suak, S.E., M.Si.*
3. Kasatgaswil Sulut Densus 88 Antiteror Polri *Kombes Pol I Nyoman Sarjana, S.I.K., M.A.P.*
Ketiganya mengupas tuntas bahaya laten radikalisme dan intoleransi yang bisa merongrong persatuan bangsa. Personel dibekali cara mendeteksi dini dan mencegah paham yang bertentangan dengan Pancasila dan Kebhinekaan.
Kabid Humas Polda Sulut, *Kombes Pol Endrastiawan Setyowibowo*, menegaskan ini adalah upaya serius membangun SDM Polri yang nasionalis dan toleran.
“Kami ingin seluruh personel paham betul bahaya radikalisme dan intoleransi. Harus bisa mengenali potensi penyebarannya dan cegah secara tepat sesuai tugas masing-masing,” tegas Kombes Endra.
Ia menekankan, Polri harus jadi teladan toleransi.
“Personel Polri harus jadi contoh dalam menjaga toleransi, hormati perbedaan, rawat persatuan. Profesional, humanis, dan berlandaskan Pancasila,” tambahnya.
“Pencegahan radikalisme butuh komitmen bersama. Personel harus waspada, perkuat sinergi dengan masyarakat, dan kedepankan pendekatan persuasif sesuai hukum,” tutupnya.
Dengan pembekalan ini, Polda Sulut berkomitmen menjaga Sulut tetap aman, damai, dan kondusif dari ancaman paham radikal.
-WinSky-












