MANADO, WARTASIBER.ID – Humas Polda Sulut – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sulawesi Utara masih menjadi perhatian serius. Sepanjang Januari hingga September 2026, Polda Sulut mencatat 370 kejadian karhutla di wilayah hukum jajaran.
Dari ratusan kejadian tersebut, total luas lahan yang terdampak mencapai 2.653,76 hektare. Tim gabungan berhasil memadamkan api di lahan seluas 2.453,76 hektare.
Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Steidy Raranta, mengatakan pihaknya bersama Polres jajaran terus memperkuat upaya pencegahan dan pemantauan di wilayah rawan karhutla.

“Kondisi ini menjadi perhatian kami untuk terus memperkuat pencegahan, pemantauan, dan penanganan karhutla bersama pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat,” ujar Kombes Pol Steidy Raranta, Rabu (24/9/2026).
Ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, terlebih di tengah cuaca kering yang membuat api mudah meluas.
“Pencegahan karhutla butuh keterlibatan semua pihak. Jangan melakukan pembakaran lahan sembarangan, karena api bisa dengan cepat meluas,” tegasnya.
Polda Sulut juga meminta masyarakat segera melapor jika menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Kecepatan informasi dan penanganan sangat penting untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak lebih besar,” jelasnya.
Steidy menambahkan, menjaga lingkungan dari karhutla merupakan tanggung jawab bersama.
“Mari cegah karhutla sejak dini demi keamanan masyarakat dan kelestarian alam Sulawesi Utara. Jangan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar,” pungkasnya.
-WinSky-












