WARTASIBER MANADO – Skandal pembangunan GOR Basket KONI di Manado kian memicu amarah publik. Bangunan yang telah dua kali direhabilitasi itu justru mencatatkan dua kegagalan fatal yang kini berujung pada jatuhnya korban jiwa saat gempa berkekuatan 7,6 magnitudo mengguncang Sulawesi Utara.
Pada rehabilitasi pertama, gedung tersebut dilaporkan roboh dengan sendirinya tanpa adanya bencana maupun korban. Kejadian itu seharusnya menjadi alarm keras terhadap kualitas pekerjaan proyek. Namun bukannya dibenahi secara serius, rehabilitasi kedua kembali dilakukan—dan hasilnya tak kalah mencengangkan.

Saat gempa besar terjadi, gedung yang seharusnya sudah diperkuat justru ambruk dan memakan korban. Dugaan kuat mengarah pada pelaksanaan proyek yang asal jadi, mengabaikan standar konstruksi serta aspek keselamatan.

Lebih mengejutkan lagi, hingga saat ini pihak pelaksana proyek belum pernah diproses secara hukum. Tidak ada kejelasan pertanggungjawaban, meski dua insiden besar telah terjadi—satu tanpa bencana, dan satu lagi di tengah bencana yang berujung tragedi.

Kondisi ini memicu kecurigaan adanya kelalaian serius hingga dugaan pembiaran dalam proyek tersebut. Publik mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan, mengusut tuntas seluruh pihak yang terlibat, dan membuka secara terang benderang apa yang sebenarnya terjadi di balik proyek rehabilitasi tersebut.
Tragedi ini bukan sekadar kegagalan konstruksi—ini adalah tamparan keras bagi sistem pengawasan proyek. Jika benar ada pelanggaran, maka tidak boleh ada lagi yang kebal hukum. Nyawa manusia telah menjadi taruhan akibat dugaan kelalaian yang tak bisa lagi ditoleransi. (WinSky)












