MANADO, WARTASIBER.ID – HUMAS POLDA SULUT* – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama TNI, Polri, dan instansi terkait menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Bencana Dampak El Nino Tahun 2026 di Lapangan Presisi Polda Sulut, Selasa 4/8/2026.
Apel dipimpin langsung Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus. Turut hadir Kapolda Sulut Irjen Pol Roycke Harry Langie, Pangdam XIII/Merdeka Mirza Agus, Forkopimda Sulut, Wakapolda Sulut Brigjen Pol Awi Setiyono, dan para pimpinan instansi vertikal.

*Sulut Resmi Masuk Fase El Nino Kuat*
Dalam amanatnya, Gubernur Yulius Selvanus menyebut apel ini sebagai bukti komitmen dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar bersiap menghadapi potensi, tapi menghadapi realitas. Berdasarkan data BMKG, Sulut sudah resmi memasuki fase El Nino dengan intensitas kuat hingga sangat kuat,” tegas Gubernur.
Ia menjelaskan penurunan curah hujan drastis telah memicu kemarau panjang yang mengancam berbagai sektor. Menindaklanjuti instruksi Presiden, seluruh jajaran diminta bergerak proaktif dan menggeser paradigma dari responsif saat krisis menjadi mitigasi preventif.
*5 Dampak Krusial yang Diwaspadai*
Gubernur merinci dampak El Nino di Sulut:
1. *Karhutla*: Titik panas meningkat. Puluhan hektar lahan perkebunan dan hutan sudah terbakar dan berisiko merembet ke pemukiman.
2. *Krisis Air Bersih*: Debit air baku turun, mengancam ketersediaan air warga.
3. *Gagal Panen*: Kekeringan lahan pertanian mengancam ketahanan pangan.
4. *Inflasi Pangan*: Rantai pasok bahan pokok berpotensi terganggu.
5. *Penyakit*: Risiko penularan akibat sanitasi air bersih terbatas.
*Instruksi Tegas: Tanpa Sekat Birokrasi*
Untuk memastikan rencana kontinjensi berjalan, Gubernur memberi 3 arahan utama:
1. *Penanggulangan Karhutla*
BMKG, BPBD, dan Polri wajib sinergi pantau hotspot real-time. Hentikan pembakaran lahan di desa/kelurahan. Pastikan alutsista, armada pemadam, mobil tangki air, dan alat berat siap 100%. Komando lapangan harus satu garis dan responsif.
2. *Ketahanan Pangan & Air*
Optimalkan Satgas Pangan bersama Bulog untuk jaga stok beras dan harga. Dinas PUPR, BPBD, dan PDAM prioritaskan pasokan air bersih lewat tangki gratis dan sumur bor komunal di titik rawan.
3. *Penegakan Hukum*
Ditreskrim Polda Sulut, Gakkum LHK, dan Kejati diminta awasi ketat dan tindak tegas oknum maupun korporasi yang sengaja bakar hutan/lahan.
“Target kita satu: melindungi masyarakat Sulut dari dampak El Nino,” tutup Gubernur Yulius Selvanus.
-WinSky-












