Manado WARTASIBER.ID — Puluhan massa dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara bersama sejumlah dosen menggelar aksi damai di Mapolda Sulut, Kamis (30/4/2026).
Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak aparat kepolisian mengusut dugaan korupsi dan praktik kolusi, nepotisme (KKN) di lingkungan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Massa aksi diterima langsung oleh Kapolda Sulut Roycke Harry Langie bersama Wakapolda Awi Setiyono dan jajaran pejabat utama Polda.
Dalam orasinya, massa menyoroti dugaan nepotisme yang disebut-sebut melibatkan pimpinan kampus, termasuk Rektor Oktovian Berty A. Sompie.
Mereka menduga terjadi penyalahgunaan kewenangan dalam proses pelantikan pejabat internal kampus.
“Ini kami nilai sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang dan bertentangan dengan prinsip penyelenggaraan negara yang bersih dari KKN,” tegas salah satu orator.
Menanggapi tuntutan tersebut, Kapolda Sulut Roycke Harry Langie menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti setiap laporan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
“Percayakan kepada kami, setiap aspirasi masyarakat akan diproses sesuai aturan,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini telah ada laporan polisi terkait dugaan korupsi di lingkungan Universitas Sam Ratulangi yang tengah ditangani penyidik. Polda Sulut, kata dia, juga membuka kemungkinan berkoordinasi dengan kementerian terkait serta membentuk tim khusus untuk pengawasan.
“Jika ada bukti tambahan, baik dokumen maupun digital, silakan diserahkan. Kami terbuka,” tegasnya.
Kapolda menutup dengan komitmen pemberantasan korupsi di daerah. “Jika terbukti ada korupsi, pasti akan kami tindak tegas sesuai hukum,” pungkasnya. (Winda)












