WARTASIBER.ID — MANADO — Arah pembangunan Kota Manado menuju tahun 2027 dibahas secara terbuka dan edukatif dalam talkshow “Tabea Manado” yang menghadirkan langsung Wali Kota Manado Andrei Angouw bersama Wakil Wali Kota Richard Sualang. Forum dialog ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai strategi pembangunan kota di tengah tantangan efisiensi anggaran nasional.
Talkshow yang berlangsung interaktif tersebut juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pemerintah Kota Manado sehingga dapat diakses masyarakat luas. Acara dipandu moderator Felix Palenewen dan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sekretaris Daerah Kota Manado dr. Steaven Dandel, MPH serta perwakilan Bappeda Provinsi Sulawesi Utara James Kewas, M.Si.
Dalam pemaparannya, Wali Kota Andrei Angouw menekankan bahwa pembangunan Kota Manado harus tetap berjalan optimal meskipun pemerintah daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional. Menurutnya, tantangan tersebut justru menjadi momentum untuk mengelola potensi daerah secara lebih efektif dan terarah.
Ia menjelaskan bahwa sinkronisasi program antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan berkelanjutan serta menjawab kebutuhan masyarakat.
“Pembangunan harus tetap berjalan. Kita perlu memaksimalkan potensi yang ada dan memastikan arah pembangunan tetap selaras dengan kebijakan nasional, provinsi, serta kebutuhan masyarakat Kota Manado,” ujar Angouw.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Richard Sualang menyoroti pentingnya penguatan sektor ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kekayaan budaya masyarakat Manado, khususnya tradisi musik dan paduan suara, memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari industri kreatif yang mampu mendorong sektor pariwisata sekaligus memberdayakan pelaku UMKM.
“Musik dan paduan suara sudah menjadi identitas masyarakat Manado. Jika dikembangkan secara serius, sektor ini dapat menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berdampak langsung pada pariwisata dan UMKM,” jelas Sualang.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai masukan dari peserta yang hadir. Beragam isu strategis turut dibahas, mulai dari pembangunan infrastruktur kota, peningkatan pelayanan kesehatan, penanganan stunting, hingga upaya pemberdayaan masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Pemerintah Kota Manado secara resmi meluncurkan platform “Tabea Manado”, sebuah ruang komunikasi publik yang diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan. Momentum tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara Musrenbang RKPD Kota Manado Tahun 2027.
Kegiatan ini turut dihadiri anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dan DPRD Kota Manado, Kapolresta Manado Irham Halid, unsur Forkopimda Kota Manado, para asisten dan kepala SKPD, camat, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta para undangan lainnya. (Win)











